AMBON – Memasuki hari kedua pelaksanaan ujian pada Selasa (14/4), SMA Negeri 1 Ambon menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi ke arah digitalisasi pendidikan. Suasana ujian terpantau berjalan aman, tertib, dan terkendali dengan penerapan sistem yang modern.
Demi memastikan seluruh siswa mendapatkan fasilitas yang setara dan menjaga performa perangkat, pihak sekolah membagi pelaksanaan ujian ke dalam tiga sesi. Langkah ini diambil sebagai strategi optimalisasi sarana dan prasarana laboratorium komputer serta perangkat pendukung lainnya yang ada di sekolah.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon juga terlihat melakukan peninjauan langsung ke ruang-ruang ujian. Selain untuk memastikan kesiapan teknis berjalan tanpa hambatan, kehadiran beliau menjadi suntikan semangat bagi para siswa agar tetap tenang dan fokus dalam menjawab soal-soal ujian.
Integritas Terjaga Lewat "Locked Mode"
Ada hal menarik yang menjadi sorotan dalam ujian tahun ini. SMA Negeri 1 Ambon memperkuat integritas akademik dengan memanfaatkan ekosistem Google melalui perangkat Chromebook.
Keunggulan utama yang diterapkan adalah penggunaan fitur Mode Terkunci (Locked Mode). Dengan fitur ini, sistem secara otomatis akan "mengunci" browser siswa, sehingga mereka:

- Dilarang membuka tab tambahan di internet.
- Terblokir dari akses aplikasi lain di luar platform ujian.
- Tidak dapat melakukan tangkapan layar (screenshot) soal ujian.
- "Penerapan teknologi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya nyata untuk meminimalisir potensi kecurangan dan memastikan hasil ujian benar-benar mencerminkan kemampuan murni setiap siswa," ungkap pihak sekolah.
- Dengan integrasi teknologi yang mumpuni, SMA Negeri 1 Ambon optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga jujur dan terbiasa dengan ekosistem digital di masa depan.