Berita, Kegiatan dan Liputan

20 February 2026 Liputan

Puncak Pembinaan Spiritualitas Siswa SMAN 1 Ambon Jumat, 20 Februari 2026

Hari ketiga menandai puncak dari seluruh rangkaian Pembinaan Spiritualitas Siswa SMA Negeri 1 Ambon yang telah berlangsung sejak 18 Februari 2026. Dengan mengangkat tema sentral "Menghargai diri sendiri sebagai ciptaan TUHAN yang unik", agenda hari ini dirancang untuk mengkristalisasi seluruh materi pembinaan ke dalam sebuah Komitmen Sidi GPM yang nyata dan bertanggung jawab.

Sesi Refleksi dan Peneguhan Iman

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIT dengan suasana yang sangat tenang dan kontemplatif. Mengawali hari, para siswa memasuki sesi Waktu Tenang, sebuah ruang spiritual untuk menarik diri dari hiruk-pikuk duniawi guna mendengarkan suara hati melalui puji-pujian dan perenungan Firman Tuhan. Pada kesempatan istimewa ini, bimbingan spiritual dipandu secara tunggal oleh Pdt. Dr. Rudy Rahabeat, yang mengajak setiap siswa untuk melihat kembali jati diri mereka sebagai karya agung Tuhan yang istimewa dan memiliki tujuan mulia.

Prosesi Komitmen dan Harapan di Hadapan Salib

Memasuki pukul 15.30 WIT, suasana berpindah ke Sesi 4 yang bertajuk "Menjadi Anggota Sidi yang Bertanggung Jawab". Setelah mendengarkan arahan penguatan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon dan mengikuti Ibadah Penutupan, para peserta dibawa ke dalam momen paling sakral dalam pembinaan ini.

Di tengah suasana yang khidmat, setiap siswa memegang sebuah sticky note di tangan mereka. Di atas kertas kecil tersebut, dengan penuh kejujuran, masing-masing siswa menuliskan harapan pribadi, doa, serta janji komitmen mereka untuk hidup sebagai saksi Kristus yang setia. Di bawah pengaturan yang tertib oleh para bapak dan ibu guru, para siswa melangkah maju satu per satu, membawa "kertas komitmen" tersebut ke depan Salib. Prosesi menempelkan harapan di kaki Salib ini menjadi simbol penyerahan diri secara utuh kepada Tuhan.

Prosesi Pembasuan Kaki dan Pengutusan

Kekhusyukan acara semakin dalam saat memasuki prosesi Pembasuan Kaki, sebuah simbol kerendahan hati dan kesiapan untuk melayani sesama sebagaimana teladan yang ditinggalkan oleh Yesus Kristus. Setelah itu, beberapa perwakilan siswa membagikan kesaksian mereka mengenai perubahan paradigma hidup yang mereka alami selama tiga hari pembinaan, serta menyatakan kesiapan menghadapi tantangan masa depan untuk senantiasa menjadi berkat.

Rangkaian pembinaan ini akhirnya ditutup pada pukul 12.00 WIT dengan Doa Pengutusan dan Berkat yang dilayangkan oleh Pendeta, sebagai tanda bahwa para siswa kini siap diutus kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai pribadi yang baru. Kebersamaan ini diakhiri dengan Jamuan Kasih, mempererat tali persaudaraan antara siswa, guru, dan pelayan firman dalam rasa syukur yang melimpah.

Scroll