Syukuran Paskah Smansa Ambon di Gereja Maranatha: Meneladani Kebangkitan dengan Integritas dan Kebenaran
AMBON – Ribuan civitas akademika SMA Negeri 1 Ambon (Smansa) memadati Gedung Gereja Maranatha dalam ibadah syukuran Paskah yang berlangsung dengan penuh khidmat. Di bawah kemegahan gereja bersejarah tersebut, sebanyak 1.312 siswa dan 90 guru berkumpul dalam satu semangat untuk merayakan kemenangan Kristus atas maut sekaligus memperkuat karakter spiritualitas sekolah.
Pesan Paskah: Melawan Hoaks dengan Kebenaran
Ibadah syukuran ini menghadirkan Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, M.Si. sebagai pelayan firman. Dalam khotbahnya yang sarat makna praktis bagi generasi muda, beliau menegaskan bahwa Paskah merupakan momentum kebangkitan integritas.
Ia mengingatkan bahwa masa depan yang penuh harapan hanya dapat dibangun di atas fondasi kebenaran, bukan kebohongan. Kebangkitan Yesus direfleksikan dengan tantangan zaman modern, khususnya bagi para siswa di tengah derasnya arus informasi digital.
“Siswa dipanggil untuk mencintai kebenaran dan menjadi pribadi yang bijaksana. Di era media sosial, janganlah kita menjadi seperti para imam besar yang menutup mata terhadap kebenaran kebangkitan dan justru menyebarkan berita bohong (hoaks). Siswa Smansa harus memiliki sikap kritis, tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar, dan berani menjadi pembawa kebenaran,” tegasnya.
Pendidikan Karakter di Era Digital
Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi para siswa untuk bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Beberapa nilai yang ditekankan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
Kedisiplinan dan Tanggung Jawab
Belajar dengan tekun bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi bentuk tanggung jawab atas berkat Tuhan.
Integritas Digital
Menjadi pribadi yang jujur dan dapat dipercaya dalam berkomunikasi di ruang digital.
Menjadi Terang
Menghadirkan dampak positif melalui perilaku yang benar, jujur, dan membangun di lingkungan sekitar.
Tali Kasih: Wujud Nyata Iman
Sebagai bentuk implementasi nilai kasih dan kebenaran, SMA Negeri 1 Ambon juga melaksanakan aksi Tali Kasih. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial, bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari akademik, tetapi juga dari kepekaan terhadap sesama.
Pembagian tali kasih dilakukan sebagai simbol bahwa berkat yang diterima melalui momentum Paskah harus dibagikan kembali kepada mereka yang membutuhkan.
pesan kepala SMA NEGERI 1 AMBON
Puji syukur kepada Tuhan karena kita dapat merayakan Paskah sebagai bukti bahwa selalu ada harapan dan kehidupan baru setelah pengorbanan. Momentum ini harus menjadi titik balik bagi kita untuk bertransformasi dalam pendidikan, baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam kinerja dan karakter kita. Guru dipanggil untuk mengajar dengan hati, inovasi, dan tanggung jawab, sementara siswa harus menunjukkan karakter jujur, disiplin, rendah hati, dan penuh kasih sebagai wujud iman yang hidup. Kita bersyukur atas pelayanan firman hari ini yang menguatkan kita untuk terus berubah menjadi lebih baik. Dengan dukungan semua pihak, kiranya semangat Paskah ini mendorong peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Ambon. Selamat Paskah, mari kita bangkit bersama dan memberikan yang terbaik bagi kemuliaan nama Tuhan.